Pengertian DNA dan RNA serta Perbedaan di Antara Keduanya

Pengertian DNA dan RNA serta Perbedaan di Antara Keduanya

Pengertian dan Perbedaan DNA dengan RNA | Tulisan berikut ini akan membahas tentang pengertian DNA dan RNA serta apa perbedaan di antara keduanya. Nah, sebelum kita membahas perbedaan DNA dan RNA, mari kita ketahui dulu apa itu DNA, dan apa itu RNA.

Pengertian DNA


Pengertian DNA dan RNA serta Perbedaan di Antara Keduanya
Pengertian DNA adalah suatu asam nukleat yang menyimpan semua informasi biologis yang khas dari setiap mahluk hidup maupun sejumlah virus.

DNA merupakan singkatan dari deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Pengertian Deoxyribo adalah gula yang kehilangan atom oksigennya, sedangkan asam nukleat mengandung pengertian molekul yang mengandung informasi genetik.

Molekul-molekul DNA dalam tubuh setiap mahluk hidup tersusun dalam paket-paket yang disebut kromosom. Setiap sel dalam suatu organisme mempunyai jumlah kromosom yang berbeda-beda, misalnya manusia memiliki 23 pasang kromosom, simpanse memiliki 24 pasang kromosom, lalat memiliki hanya 4 pasang, dan sebagainya.

Setiap sel manusia terdiri dari 23 pasang kromosom, terdapat satu di antaranya merupakan kromosom seks (jenis kelamin) dan berbeda pada pria dan wanita. Wanita mempunyai 2 kromosom X (XX), dan laki-laki memiliki 1 kromosom X dan 1 kromosom Y (XY).

Struktur kimia DNA berupa makromolekul kompleks yang terdiri dari tiga jenis molekul, antara lain deoksiribosa (gula pentosa), asam fosfat, dan basa nitrogen.

Peran utama dari molekul DNA ialah sebagai penyimpanan jangka panjang informasi biologis mahluk hidup. Ibaratnya, DNA ini merupakan satu set resep, atau cetak biru, atau kode berisi suatu instruksi yang dibutuhkan untuk membangun komponen lain dari sel, seperti protein dan molekul RNA.

DNA dapat mereplikasi dirinya sendiri. Setiap untaian DNA berisi sekuens basis tertentu yang dihubungkan oleh molekul gula dan fosfat. Basis-basis tersebut berbentuk layaknya anak tangga, sedangkan molekul gula dan fosfat berbentuk bagian vertikal dari tangga tersebut.

Kemudian, kromosom tersusun dalam segmen-segmen pendek DNA yang disebut gen. Jika diibaratkan, DNA sebagai buku resep, dan setiap gen merupakan resep-resep yang tersedia dalam buku tersebut.

Resep-resep inilah yang menginformasikan kepada sel-sel untuk menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, dan mengekspresikan sifat tertentu dari suatu organisme.

Pada sel tubuh manusia terdapat sekitar 25 ribu gen yang berperan dalam menentukan warna dan jenis rambut, warna kulit, warna mata, dan sifat maupun karakter lainnya.

Misalnya, pada orang dengan jenis rambut keriting berwarna cokelat, hal ini dikarenakan gen-gen yang diwarisi dari kedua orangtuanya akan berkolaborasi dan menginstruksikan sel-sel folikel rambut untuk membentuk rambut keriting dan berwarna cokelat.

Pengertian RNA


RNA (ribonucleic acid) atau disebut Asam Ribonukleat dalam bahasa Indonesia. Pengertian RNA adalah rangkaian nukleotida yang saling terikat seperti rantai, hasil dari transkripsi dari suatu fragmen DNA. Struktur RNA terdiri dari Gula D-Ribosa, Fosfat, dan Basa Nitrogen.

RNA merupakan polimer yang jauh lebih pendek dibandingkan DNA. RNA tidak seperti DNA yang umumnya dijumpai dalam inti sel, RNA lebih banyak dijumpai dalam sitoplasma, khususnya di ribosom.

RNA disintetis oleh DNA yang berada di Inti Sel dan menjadikan DNA sebagai cetakannya. Ada 3 jenis utama RNA dalam suatu organisme, antara lain Transfer RNA (tRNA), Ribosomal RNA (rRNA), dan Messenger RNA (mRNA).

RNA memiliki fungsi utama antara lain sebagai penyimpan informasi, serta perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik pada tubuh organisme.

Perbedaan DNA dan RNA


Setelah kita mengetahui penjelasan tentang definisi dari DNA dan RNA, untuk selanjutnya kita akan bahas mengenai apa perbedaan di antara keduanya, yaitu sebagai berikut:

  • Bagian pentosa DNA adalah dioksiribosa, sedangkan bagian pentosa RNA adalah ribosa.
  • Molekul DNA berbentuk heliks ganda, sedangkan RNA berbentuk rantai tunggal yang berlipat dan mirip dengan rantai ganda.
  • RNA seperti halnya DNA mengandung basa adenin, guanin, dan sitosin, namun tidak mengandung timin, sebagai gantinya adalah urasil.
  • DNA hanya ada di dalam kromosom, sementara RNA bergantung jenisnya, seperti RNA duna yang terletak di nukleus, RNA p atau RNA t di sitoplasma, dan RNA r di ribosom.
  • DNA membentuk RNA, sementara RNA membentuk otot, darah, organ tubuh, hormon, enzim dan protein lain yang penting bagi mahluk hidup.


Sekian informasi dari kami mengenai pengertian dan perbedaan DNA dengan RNA, semoga tulisan di atas dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lewatkan tulisan-tulisan terbaru dari kami selanjutnya!
Baca selengkapnya »
Yuk, Mulai Belajar Menulis dengan 7 Tips Berikut Ini!

Yuk, Mulai Belajar Menulis dengan 7 Tips Berikut Ini!

Menulis untuk sebagian orang mungkin menjadi suatu aktivitas yang dianggap membosankan. Namun sebenarnya ada keasikkan tersendiri yang bisa kita dapatkan saat mulai terjun ke dalam dunia ‘tulis-menulis’.

Belajar Menulis
https://pixabay.com
Apalagi ketika kita dapat menuangkan berbagai ide, imajinasi, ‘uneg-uneg’, ataupun pengalamanmu menjadi sebuah tulisan. Pokoknya, ada keseruan tersendiri yang bisa kita rasakan di dalamnya.

Melalui tulisan, kita juga dapat menambah pengetahuan dan berbagi informasi kepada banyak orang yang membaca tulisanmu.

Nah, apabila kamu sudah mulai tertarik untuk menulis, ada baiknya sebelum memulainya perhatikan dulu 7 langkah awal buat kamu yang ingin belajar menulis!

1. Pilih Topik yang Kamu Sukai


Pertama kali sebelum kita belajar menulis, pilihlah topik yang benar-benar disukai. Bila kamu suka dengan kegiatan masak-memasak, kamu bisa mulai menulis tentang resep-resep masakan yang kamu pernah coba sendiri di rumah.

Atau kamu mungkin hobi membaca, mengapa tidak mulai menulis tentang resensi buku-buku terbaru yang menarik dan bermanfaat?

Begitu juga jika kamu suka bersepeda atau travelling, rekomendasikan tempat-tempat favoritmu kepada pembaca melalui tulisan.

Pada intinya, ada banyak hal yang bisa kamu jadikan topik dalam tulisanmu. Tapi sebaiknya pilihlah topik yang paling kamu sukai, bila perlu kamu telah harus menguasai topik tersebut sehingga nantinya kamu tidak mengalami kesulitan atau kebosanan saat menulis.

2. Buat Suatu Kerangka Tulisan


Jika topik sudah dipilih, berikutnya langsung buat kerangka tulisanmu. Kerangka tulisan merupakan bagian dari perencanaan untuk nantinya menjadi acuanmu dalam menulis. Catat apa saja sub-sub topik yang ingin kamu tuliskan secara tersusun.

Misalnya, kamu ingin menulis mengenai salah satu tempat wisata di Gunungkidul. Buat kerangka untuk paragraf pertama berupa pengantar, kemudian paragraf kedua mengenai lokasi lengkap wisata tersebut, paragraf ketiga dan selanjutnya bisa dibuat kerangka tentang rute perjalanan, harga tiket masuk, fasilitas yang tersedia, daftar penginapan yang ada di sekitarnya, dan seterusnya.

Dengan adanya kerangka tulisan, kamu akan lebih mudah mengingat apa saja yang ingin dituangkan dalam tulisanmu nantinya.

3. Kumpulkan Data dan Referensi


Tulisanmu akan dianggap tidak kredibel tanpa disertai dengan data dan referensi yang memadai. Terlebih lagi tulisan yang kamu buat nantinya akan dibaca oleh banyak orang. Tentunya, kamu tidak ingin dianggap menyesatkan pembaca dengan tulisan tanpa data yang benar.

Itulah pentingnya data dalam setiap tulisan yang kita buat. Guna melengkapi tulisanmu, terdapat dua jenis data yang dapat kamu gunakan. Pertama, adalah data primer atau data yang didapat langsung dari narasumber.

Untuk memperoleh data primer, kamu harus melakukan proses wawancara dengan narasumber. Sedangkan data yang kedua adalah data sekunder atau data yang kamu dapat dari literatur seperti buku, surat kabar, majalah, dan jurnal maupun media online.

Jangan lupa untuk mencantumkan sumber atau daftar pustaka dimana kamu memperoleh data dalam tulisanmu. Jika kamu memperoleh data sekunder dalam bentuk gambar atau foto, cantumkan sumber atau nama situs dari gambar tersebut.

Dengan mencantumkan sumber kamu akan semakin terlatif sebagai penulis profesional dan tidak akan dianggap sebagai plagiat dari hasil karya orang lain.

4. Saatnya Menuangkan Tulisanmu


Bila semua data yang diperlukan sudah terkumpul, sekarang adalah waktunya membuat tulisanmu. Carilah tempat yang tenang agar bisa lebih optimal dalam menggali ide untuk tulisanmu.

Manfaatkan kerangka tulisan untuk mengingat kembali semua ide atau rencana tulisan yang sebelumnya ingin dibuat. Jangan terburu-buru dalam menulis, instirahatlah sejenak ketika kamu lagi ‘blank’ atau kehilangan inspirasi dalam menulis.

Isi waktu istirahatmu dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membuatmu kembali rileks, seperti mendengarkan musik, ‘ngemil’, main game, atau nonton film. Lanjutkan menulis bila kamu sudah benar-benar rileks.

5. Periksa Kembali Hasil Tulisanmu


Menjadi editor untuk karyamu sendiri merupakan bagian terasik dalam proses tulis-menulis. Bila tulisanmu sudah selesai, cek kembali tulisanmu dengan membaca ulang dari awal sampai akhir.

Perhatikan setiap kata dan tanda baca, margin, penggunaan kalimat majemuk, body note, footnote, hingga ke daftar pustaka. Pastikan semua kalimat sudah saling terhubung, dan tidak ada ‘typo’ dalam setiap kata yang kamu tulis.

Periksa kesinambungan antar kalimat yang kamu tulis, apakah sudah ‘nyambung’ dengan kalimat berikutnya atau tidak. Tulisan yang sistematis dan saling terhubung antar paragraf akan memudahkan pembaca untuk memahami isi dan maksud dari tulisanmu.

Jangan sampai tulisanmu malah membuat pembaca kebingungan dan tambah pusing sehingga ‘beban hidupnya’ kian bertambah berat setelah membaca tulisanmu.

6. Publikasikan Melalui Media yang Tepat


Butuh waktu lama untuk seseorang bisa menjadi penulis yang profesional. Namun, di zaman teknologi internet seperti sekarang ini orang bisa dengan mudah menyebarluaskan tulisannya.

Manfaatkan berbagai media online untuk mempublikasikan hasil karya tulisanmu agar dapat dibaca oleh orang banyak. Kamu bisa membuat blog pribadi, atau memanfaatkan media nasional khusus netizen journalism guna menyebarluaskan tulisanmu.

Nah, sekarang mah enggak perlu bingung untuk membuat tulisanmu agar dibaca banyak orang. Banyak kok media-media online yang bisa kamu manfaatkan. Yang penting harus tetap rajin, tekun, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tulisanmu.

7. Berbagi Tulisan Lewat Media Sosial


Setelah kamu mempublikasikan tulisanmu melalui media online, sekarang tinggal membagikannya lewat media sosial. Bagikan tautan dari halaman tulisanmu ke berbagai media sosial seperti facebook, twitter, google plus, instagram, dan lain-lain.

Kamu tahu sendiri kan, di zaman sekarang hampir setiap orang menggunakan media sosial, manfaatkan dengan baik sarana ini sebagai langkah untuk menyebarluaskan hasil karya tulisanmu!


Demikian tips langkah sederhana untuk mulai belajar menulis. Semakin sering kita berlatih, maka semakin ada banyak hal yang akan kita pelajari dalam hal menulis. Semoga tips di atas dapat mengantarkan langkahmu menjadi penulis handal dan profesional. Sukses terus ya sob!

Sumber: 
https://life.idntimes.com
Baca selengkapnya »
Beranda